Hesti Ariska/13618143

3SA03

Jurnalis abal-abal tulis berita yang abal-abal jugakah?


Saat ini kemajuan teknologi menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih mudah, terutama kehadiran media massa dan smartphone yang sudah menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Sebagai sarana informasi media massa dan smartphone saat ini merupakan penemuan yang mengubah kehidupan kita, pasalnya alat penghubung informasi ini dapat kita akses dimanapun, kapanpun dan dapat memberikan kita berbagai informasi serta kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi dibelahan bumi dengan cepat. Dengan adanya media-media tersebut,  sebuah informasi tentunya akan sangat mudah untuk dibuat, diterima bahkan dibaca oleh siapapun. Namun apakah yang akan terjadi jika berita atau informasi yang kita dapat tidak sepenuhnya sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya.

Di luar manfaatnya bagi manusia yang begitu besar terasa, Media masa dan Smartphone tentu saja memiiki kelemahan dimana penyalahgunaan teknologi menjadi satu tarikan nafas dalam situasi saat ini.  Adanya smartphone menjadikan  oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab seperti  penulis berita bohong atau jurnalis abal-abal memanfaatkan hal ini dengan membuat platform online guna menyebar berita-berita bohong atau hoax.

Meskipun bukan merupakan hal baru, karena berita bohong sebenarnya sudah ada jauh hari sebelum era internet dimulai. Orang dulu mengenal istilah surat kaleng sebagai sarana menyebar berita bohong. Bahkan kisah keruntuhan kota Troya oleh serangan Achiles menggunakan taktik tipu lewat instrumen kuda-kudaan yang disusupkan ke dalam kota. Kuda itu yang kini mashur dikenal dengan istilah Kuda Troya.

Kembali kedalam pembahasan mengenai apakah Jurnalis abal-abal menulis berita yang abal-abal juga?

Penamaan abal-abal sendiri tentunya bermakna negative yang artinya penjahat kelas kakap untuk Jurnalis dan tidak bermutu baik atau bermutu rendah dalam artian konteks beritanya.

Apakah teman-teman tau mengenai berita palsu “Pohon Spageti” di mana cerita dari berita palsu ini ialah pada 1 April 1957,  BBC Inggris memutuskan untuk ikut meramalkan April Mob. Tentu teman-teman sudah tahu kebiasaan di hari April Mob, di mana segala jenis tipu daya dan trik dianggap hal yang lucu dan tidak ada orang yang marah karenanya. Dalam acara khusus April Mob tersebut, BBC menanyangkan sebuah photo perkebunan spageti di Switzerland. Dalam laporannya, BBC menyiarkan bahwa di Switzerland terdapat sebuah perkebunan yang ditumbuhi oleh pohon spageti. Spageti itu tumbuh dengan sangat subur sehingga hasilnya bisa diekspor ke Inggris. Meski berita itu disiarkan di hari April Mob, banyak sekali orang yang mengganggap hal itu adalah serius dan beramai-ramai pergi Switzerland untuk melihat pohon spageti. Mereka merasa BBC bukanlah media yang suka bercanda. Dan akhirnya mereka harus kecewa karena pohon spageti tersebut memang hanyalah sebuah hoax.

http://news.bbc.co.uk/onthisday/hi/dates/stories/april/1/newsid_2819000/2819261.stm

 Dalam cerita tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa penyebar berita bahkan isi berita memberikan pengaruh terhadap pembacanya.

Seperti yang kita ketahui bahwa BBC News merupakan divisi penyiaran berita terbesar diseluruh dunia, lantas apa hubungannya dengan Jurnalis abal-abal?

Bahwa diluar konteks bahwa berita tersebut merupakan berita untuk lelucon mengenai Perayaan April Mob tetap saja berita tersebut tidak benar dan merugikan banyak orang, termasuk para Jurnalis abal-abal yang menulis berita abal-abal demi kepentingan mereka sendiri tanpa memikirkan pembacanya. Jika teman-teman pengguna setia media sosial facebook pasti teman-teman akan menemukan banyak sekali berita hoax yang memenuhi beranda dan sayangnya berita tersebut mudah dipercaya oleh orang-orang hingga mereka membagikan berita tersebut kepada orang lain atau yang sering kita alami berita tersebut dibagikan ke media informasi lain seperti whatsapp keluarga. Atau teman-teman dapat melihat bahwa banyak akun jurnalis abal-abal yang menulis sebuah berita namun berisi tentang perselisishan antar agama atau perbedaan pilihan calon presiden hingga menjelek-jelekan sosok orang tertentu agar para pembaca menjadi benci terhadap orang tersebut.

Jurnalis abal-abal serta beritanya yang abal-abal memang sangat meresahkan, namun tidak semua jurnalis abal-abal atau penyebar berita abal-abal dalam artian tidak memiliki izin maupun badan hukum yang menulis berita abal-abal.

Saat ini jika teman-teman tahu dalam media sosial Instagram banyak sekali jurnalis abal-abal yang menulis berita sesuai dengan fakta peristiwa yang terjadi serta terupdate. Maksud opini saya mengenai apakah Jurnalis abal-abal menulis berita yang abal-abal juga?

Ya bisa juga mereka menulis berita abal-abal dengan maksud dan tujuan tertentu untuk mempengaruhi masyarakat atau memperkeruh suasana atau bahkan untuk pengalihan isu.

Jurnalis abal-abal tentu saja tidak dapat kita percaya begitu saja, namun tidak semua jurnalis abal-abal menulis berita abal-abal, ada kemungkinan berita yang mereka tulis merupakan berita yang kita tidak tahu kebenarannya , yang sengaja ditutupi namun mereka secara berani menuliskan berita tersebut agar masyarakat dapat mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya. Saat ini kita tidak dapat memandang segala sesuatu secara hitam putih pasti ada sebab dan akibat serta tujuannya, namun alangkah baiknya kita dapat mengindetifikasi apakah berita tersebut abal-abal atau tidak.

 

,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Change of Nationality from Korean to Indonesian

Copy writing task 1